Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Islam Iran, Dr. Hasan Ruhani dalam pidato kenegaraannya dihadapan jutaan rakyat Iran yang membanjiri bundaran Azadi dalam pawai akbar peringatan kemenangan Revolusi Islam Iran, rabu [11/2] mengatakan, “Kita sangat berbahagia tahun ini kembali secara meriah dan semarak bisa merayakan kemenangan revolusi Islam bahkan lebih semarak dari tahun-tahun sebelumnya, dan seluruh rakyat Iran dari berbagai lapisan masyarakat turut serta dan berpartisipasi memeriahkannya."
Dr. Ruhani kemudian mengucapkan terimakasih atas kehadiran jutaan rakyat Iran yang menyertai pawai akbar tahun ini. Beliau mengatakan, “Telah 36 tahun berlalu dari dimulainya harapan dan cita-cita rakyat Iran akan kemerdekaan, kebebasan dan Republik Islam, namun sampai hari ini keinginan dan harapan rakyat Iran masih sama dan masih terus didengungkan.”
“Republik Islam memiliki dua keistimewaan dan dua tujuan besar, yaitu demokrasi rakyat dan demokrasi agama. Dan republik Islam Iran ini sedang terus berjuang memenuhi kedua hal tersebut. Republik Islam Iran adalah perwujudan dari hukumah Tuhan yang tercapai berkat rahmat Tuhan dan perjuangan rakyat. Republik Islam Iran adalah kehendak Tuhan yang lahir pengorbanan dan perjuangan rakyat Iran yang bangkit dan sadar.” lanjutnya.
“Akar dari kebangkitan ini adalah tujuan dan cita-cita kita tidak berganti. Pendapat apapun yang ada atau yang dijalankan tetap dalam bingkai Republik Islam Iran. Sebagaimana yang disampaikan pemimpin kita, Imam Khomeini, bahwa Republik Islam tidak akan terkurangi satu kata dan juga tidak akan bertambah satu kata. Keislaman kita adalah berdirinya Negara Islam dan Negara kita adalah berdasar atas nilai-nilai keislaman. Karenanya untuk memenuhi tuntutan rakyat tidak ada jalan terbaik selain menerapkan aturan Islam, begitupun tidak ada pemerintahan yang berjalan baik kecuali dibalut oleh balutan aturan Islam.” tambah Presiden Iran tersebut.
Presiden Republik Islam Iran tersebut kemudian menyinggung keinginan rakyat yang kedua selain sistem pemerintah Islam adalah kemerdekaan. Beliau berkata, “Rakyat Iran sepanjang puluhan tahun bahwa sejak berabad-abad lalu berjuang untuk meraih kemerdekaan sepenuhnya. Baik itu berjuang untuk merdeka dari rezim yang zalim maupun berjuang untuk meraih kemerdekaan dari pengaruh dan penguasaan asing, termasuk merdeka dari kapitalisme. Inilah perjuangan rakyat Iran yang tidak pernah berhenti sampai berhasil merenggut kemerdekaan sepenuhnya itu dalam berbagai bidang.”
Presiden Ruhani juga menegaskan bahwa kemerdekaan bukanlah sesuatu yang dapat diraih dengan mudah. “Kemerdekaan itu bukanlah bermakna lepas dari ketakutan atau tidak lagi dalam kondisi perang atau konflik. Melainkan kemerdekaan itu bermakna bahwa kita mampu berdiri diatas kaki sendiri, bahwa keinginan rakyat adalah hakim, dan tidak menghendaki satupun kekuatan luar yang memiliki peluang untuk mengambil pengaruh.” jelasnya.
Selanjutnya Presiden Ruhani mengatakan bahwa kehendak rakyat lainnya adalah mendapatkan kebebasan. Menurutny Negara tanpa kebebasan tidak ada artinya. “Islam dan keislaman berdampingan dengan kebebasan. Hari ini tidak ada ubahnya dengan 36 tahun lalu. Rakyat Iran menggaungkan slogan Kemerdekaan, Kebebasan dan Republik Islam.”
“Kemenangan Revolusi Islam kita adalah untuk semua rakyat Iran, tidak dikhususkan hanya untuk satu kaum saja, melainkan untuk semua, karena rakyat Iran bangkit dibawah satu bendera. Hari ini, semua pihak bekerja dan berjuang untuk memberikan manfaat untuk semua rakyat dan Republik Islam Iran serta menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa ini dengan segenap jiwa.” lanjutnya.
Lebih lanjut Presiden Ruhani menegaskan pula, bahwa revolusi meletus bukan sekedar untuk mengganti nama Negara dan bentuk pemerintahan Iran melainkan juga untuk merevolusi rakyat Iran secara utuh. “Hari ini, keinginan rakyat Iran dan generasi muda kita adalah juga keinginan yang diteriakkan 36 tahun lalu. Rakyat Iran berdasarkan keinginan dan kesadaran sendiri memilih republik Islam sebagai sistem pemerintahan baru yang jauh lebih menjanjikan dan lebih memberikan harapan dan optimisme.” jelasnya.
Presiden Ruhani menambahkan, “Negara ini berdiri dan tegak diatas keinginan rakyat, dan akan tetap berjalan diatas jalan itu. Negara ini bertujuan mewujudkan kemajuan untuk kepentingan rakyat dalam segala bidang, baik ekonomi, budaya maupun sosial.”
Pada bagian lain penjelasannya, Presiden Republik Islam Iran juga menyinggung sikap dan ancaman sanksi Barat atas kekeraskepalaan Iran untuk tetap meneruskan proyek pengembangan tenaga nuklir untuk perdamaian. Presiden Ruhani berkata, “Kita telah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan di medan perang, karenanya sudah menjadi kemestian untuk membela kemerdekaan ini diatas meja dan medan diplomasi, dan kita akan terus mempertahankannya.
Dr. Ruhani menjelaskan bahwa sampai hari ini pemerintah Iran memperjuangkan hak-hak bangsa Iran melalui meja diplomasi. “Semua rakyat kita dan Pemimpin Besar Revolusi Islam kita dalam hal ini senantiasa memberikan dukungan besar.” tegasnya.
“Zionis telah mengerahkan semua kemampuannya untuk melemahkan Iran namun dunia sampai hari melihat justru Zionis mengalami kekalahan yang terus menerus, sebagaimana bulan-bulan sebelumnya, dimana Israil mengalami kekalahan beruntun ketika menghadapi Gaza.” tambahnya.
Pada bagian lain pidatonya, Presiden Ruhani juga menyinggung peran aktif Iran untuk turut memberi kontribusi untuk menyelesaikan konflik-konflik di daerah kawasan, terutama di Suriah, Lebanon dan Irak. Dan iapun menegaskan bahwa prinsip luar negeri Iran adalah mewujudkan perdamaian dan menentang keras invasi atas Negara lain yang berdaulat.
Pada bagian akhir pidatonya yang disiarkan secara live disemua stasiun tv Iran dan diliput oleh ratusan wartawan dari berbagai Negara, Presiden Ruhani mengatakan, “Hari ini, 22 Bahman adalah hari kemenangan Revolusi Islam Iran, hari kemenangan rakyat Iran, mari tetap bergandengan tangan untuk tetap menjaganya untuk menuju kearah hak, dan kita berharap kepada Allah Swt agar rakyat kita tetap berada pada jalan kemuliaan dan akan meraih kemenangan dan keberhasilan. Dan semoga Allah menurunkan hujan rahmatNya untuk semua rakyat Iran dan meneguhkan hati kita diatas keimanan kepada Muhammad Saw dan tetap menjaga kemuliaan, kehormatan, kemerdekaan dan kebebasan bangsa ini yang telah diperjuangkan para syuhada.”